Thursday, December 28, 2006

NAIK-NAIK KE PUNCAK MALINO




Naik-naik ke puncak gunung tinggi-tinggi sekali

kanan-kiri kulihat saja banyak pohon cemara .........

Itu merupakan penggalan lagu dari naik-naik ke puncak gunung yang sering waktu kita kecil nyayikan, tapi yang ingin saya ceritakan bukan puncak gunung di jawa barat tapi dipuncak malino sulawesi selatan .

Pada tanggal 10 desember 2006, merupakan pertama kali saya pergi kemalino bersama sobat saya selama saya ada di makassar , kebetulan dia hoby dengan memotret pemandang-pemandangan alam jadi saya diajak untuk menemaninya. Di hari yang minggu cerah di makassar kami berangkat dengan motor. Selama perjalanan kurang lebih dari 60 km saya tidak merasa membosankan, karna merupakan hal baru diliat oleh saya. Asyiknya selama perjalanan sambil naik motor saya juga sempat memotret kanan-kiri pemandangan, jika ada pemandang yang bagus langsung di ambil. Selama perjalanan yang menarik pemandangan yang indah nan hijau berseri ada juga objek wisata yaitu bendungan bili-bili terdapat cekungan menampung air cukup besar, bisa disebut danau bili-bili.

Mendengar daerah malino kita juga pernah mendengar dimana tempat perundingan dan perdamaian dalam masalah konflik di kota poso. Di malino dimana tokoh besar dalam menyelesaikan konflik tersebut sebut saja yang tak asing lagi wakil Presiden kita H.M Jusuf kalla. Selang selama kurang lebih 4 jam kami sampai di malino dengan di sambut tarian angin kesejukan malino membuat saya kedinginan. Wahhh !!! merupakan kata2x yang tepat untuk kota malino soalnya tempatnya bagus seperti kota bogor dan dari tempratur suhunya juga. Pohon-pohon cemara mengelilingi bukit-bukit pegunungan tanda merupakan tempat yang bersuhu rendah.

Tiba di malino kami tergoda untuk menikmati bakso yang hangat di pinggir jalan, dengan cuaca yang dingin, bakso yang hangat dan juga perut yang harus di penuhi membuat makanan ini terasa nikmat dan pas banget di lidah. Kalau di makassar kita sering melihat pendatang dari jawa, tak heran di pelosok daerah pegunungan yang dingin yang sangat jauh dari kota makassar ternyata orang jawa mecari nafkah dan menjual dangangannya seperti yang saya makan di pinggir jalan tadi. Malino merupakan tempat yang bagus untuk di jadikan object wisata, sama dengan kota bogor dan puncak dimana disana hasil bumi juga berlimpah seperti kebun teh, sayur mayur, dan buah-buahan. Tak heran kalau kita tinggal dijakarta ingin bepergian ke tempat yang sejuk, dingin dengan penuh suasana kehijauan puncak jawa barat dan bogor adalah tempatnya. Jika di makassar orang bepergian ke malino.

Akhirnya 2 jam kami berada di sana dan memory, batterai kamera digital kami habis membuat perjalan pulang kembali ke kota makassar. Pekerjaan saya menunggu jam 5 sore jadi kami tidak sempat untuk bermalam di sana. Oleh-oleh kami bawa dari malino adalah pot bunga yang cantik dilihat, tapi sayang saya lupa nama bunga itu. Kami juga diajak singgah di rumah keluarga penjual bunga untuk minum kopi kebetulan waktu itu cuaca tidak mendukung untuk kami pulang. Karna pekerjaan menunggu kami bersikeras tetap untuk pulang ke makassar walau dingin, kabut, hujan menghadang pejalanan pulang kami ke makassar. Alhamdullilah selama perjalan pulang kami baik-baik saja dengan pakaian basah pulang bersama kami.

No comments: