Wednesday, August 29, 2007

Objek Wisata Bantimurung Maros

Bantimurung merupakan salah satu objek wisata yang ada di Makassar. Yang terletak di Kabupaten Maros yang jarak tempuh dari kota Makassar 15 Km. Bantimurung di kenal juga sebagai The Kingdom of Butterfly (Kerajaan Kupu-kupu) yang disebut oleh orang naturalis inggris Alfred Russel Wallace (1823-1913).


Pertama kalinya saya berada di makassar ingin sekali pergi ke bantimurung, akhirnya kesampaian juga menginjak tempat Kerajaan Kupu-kupu tanggal 15 Mei 2007. Berenam kami beranjak dari makassar, berkumpul di kampus tercinta STMIK Dipanegara Makassar. Mampir di Maros untuk menunggu teman saya untuk bersama-sama ke bantimurung.

Sampai di Pintu Bantimurung terdapat patung kera yang besar di kerumuni oleh kupu-kupu dan pemandangan bukit yang hijau dan sejuk. Konon Patung kera itu dahulu kala terdapat Kerajaan kera di bantimurung. Pintu masuk dengan harga Rp 5000 untuk dewasa dan untuk anak-anak Rp 3500. Sebelum masuk pinggiran kios-kios warung dengan menjual asesoris kupu-kupu sebagi hiasan dinding dan gantungan kunci bukan hanya kupu-kupu saja tetapi binatang serangga seperti kumbang di jadikan hiasan assesoris. Saya berpikir pantas waktu saya tiba disana jarang sekali kupu-kupu yang beterbangan dan satu pun tak kelihatan.

Saya sarankan sebelum pergi ke Bantimurung siapkan bekal peralatan seperti tikar, makanan, kamera digital dan pakaian ganti karna dengan bekal itu kita terasa puas dalam menikmati waktu refresing istirahat dan menikmati pemandangan atmosfir bantimurung .Bantimurung bukan hanya terkenal dengan kupu-kupunya saja tapi disana terdapat air terjun dan gua batu yang terletak kurang lebih 800 meter dari air terjun utama. Walaupun kupu-kupu jarang dilihat tetapi antusias para pengunjung amat sangat besar untuk datang ke Objek Wisata Bantimurung. Bantimurung bukan sekedar objek wisata tetapi tempat kita belajar tentang kehidupan binatang kupu-kupu berevolusi dan filosofi kerajaan kupu-kupu terjadi.

Pertama kali saya kunjungi adalah Air terjun, sempat-sempatnya mandi di bawah air terjun yang sangat deras masuk di balik air terjun. Peralatan yang di bawa hanya kamera digital makanan seperti roti maros (enaaakk ) dan air tahu. Suasana disana sangat ramai, tempat kami untuk istirahat pun di pinggir air terjun yang mengalir, tidak ada tempat yang kosong tanpa alas tikar. Para pengunjung lebih asyik tempat pas jatuhnya air terjun karna disitulah tempat yang paling asyik. Setelah itu kami pergi ke tempat Goa Batu melawati tangga naik diatas tempat mata air keluarnya air terjun. Tangganya begitu tinggi dan sempit begit banyak pengunjung yang naik turun jadi harus pelan-pelan dan sabar menunggu antrian. Banyak pengunjung berfoto ria baik itu di tangga air terjun dan di dalam Goa Batu. Jarak tempuh ke goa batu lumayan jauh untuk jalan kaki. Goa batu suasanya gelap licin dan dingin ada juga penjual yang berjualan di dalam goa, mereka menjual makanan dan minuman. Disamping goa juga tempat mata air terjun disana terdapat larangan yang dilarang mandi atau berenang karna kedalaman air sangat dalam dan juga terdapat korban jiwa.

Bantimurung tempat yang eksotis daerah pegunungan yang hijau asri tempat istirahat kita setelah kesibukan dan juga untuk liburan bersama keluarga dan juga tempat pendidikan.

Itulah Cerita saya di Bantimurung Maros Makassar (The Kingdom of Butterfly)